Saturday, March 10, 2012

“DIA SUNGGUH DI SANA”

Minggu Prapaskah III, 11 Maret 2012
Peringatan St. Eulogius dan Leokrita, Martir,
St. Sofronius, Pangaku Iman dan St. Pionius, Martir
Yoh.2:13-25;

Penghormatan dan penghargaan kita terhadap sesuatu, entahkah hal atau barang, atau bahkan orang lain sangat tergantung pada cara kita memandang mereka, pada cara kita memaknai bahkan mendefinisikan mereka.

Pagi ini saya ingin bertanya kepadamu; “Apa maksud dibangunnya sebuah bangunan gereja?” Kenyataan bahwa itu adalah bangunan, tentunya tak dapat disangkal, tapi memaknai dan memfungsikan bagunan atau untuk apa sebuah bangunan dibangun sangatlah mempengaruhi cara kita memperlakukan atau menggunakannya. Dan, tentunya setiap orang memiliki jawaban yang beragam terhadap pertanyaan di atas. Akan tetapi bagiku, gereja dibangun sebagai kenisah Allah, tempat bersemayam Allah yang adalah hasil buatan tangan manusia di mana “kita dapat berkomunikasi” dengan Allah. Perhatikan, gereja adalah tempat “kita dapat berkomunikasi” dengan Allah, dan bukan sekedar tempat “aku dapat berhubungan dengan Allah.” Jika itu adalah tempat kita, maka di sana, di dalam gereja aku harus sadar bahwa ada engkau dan aku yang menghadap dan memuji Tuhan. Karena itu, kesadaran bahwa orang lain datang untuk berdoa kepada Tuhan hendaknya membuat kita bersikap sopan di rumah Tuhan sehingga gaya dan cara kita, sikap dan tingkah laku kita pada saat Ekaristi dirayakan tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain yang sedang berdoa mengikuti aturan bunda Gereja.

Meskipun demikian, bait Allah bukan semata disempitkan pada bangunan tertentu, karena sejak kebangkitan-Nya dari kematian, Yesus telah membangun Tubuh-Nya menjadi tempat di mana kita dapat bertemu dengan-Nya. Tubuh-Nya adalah kenisah Allah di mana Allah dapat ditemukan oleh setiap orang tanpa dibatasi sekat-sekat yang dibuat oleh tangan manusia. Dan, kenisah Allah itu nampak di dalam diri dan jiwamu. Oleh karena itu, benarlah bahwa “tubuhmu adalah kenisah Roh Kudus.”

Hanya mau mengingatkan engkau di pagi ini bahwa “kita membangun gereja menjadi tempat penghormatan bagi Allah, bahkan tempat Allah bersemayam. Akan tetapi, Allah telah membangun tubuh dan jiwamu menjadi tempat Ia sendiri bertakhta.” Penghormatan kepada rumah Allah melalui sikap sopan adalah ekspresi setiap orang memperlakukan tubuh dan jiwanya sendiri. Bisa saja terjadi bahwa kita tidak pernah bersikap sopan di rumah Allah, bisa saja kita mengotori rumah Tuhan karena sesungguhnya, kita sendiri tidak pernah membersihkan tubuh dan jiwa kita dari noda dan dosa. Kita sendiri membiarkan tubuh dan jiwa kita menjadi lahan subur bagi dosa.

Semoga cinta akan rumah-Nya menghanguskan dosa dan salah yang ada di dalam tubuh dan jiwamu saat ini.

Selamat berhari minggu untuk para sahabat,

No comments:

Post a Comment