Thursday, February 23, 2012

YESUSLAH ALASAN SUKA CITA JIWAMU

Jumat, 24 Februari 2012
Peringatan St. Lucius dan Montanus, dkk.
Mat.9:14-15;

Tak dapat disangkal bahwa problem dan penderitaan hidup selalu menjadi alasan bagi kita untuk bersedih. Menangislah bila kesedihan itu melandamu. Akan tetapi, pagi ini, ada berita gembira bagimu bahwa Yesus menawarkan Diri-Nya sebagai alasan suka cita jiwamu. Dialah alasan mengapa kita harus berbalik dari duka kepada suka, dari derita kepada kebahagiaan, dari kegelapan menuju terang. Mengapa? Karena Ia datang dari Allah agar menerangi dunia dan hati kita yang gelap karena dosa. Ia datang untuk menawarkan suka cita jiwa. Ia datang agar kita mempunyai alasan dan dasar untuk berbahagia baik di dunia ini maupun akhirat nanti.

Inilah alasan mengapa ketika ada yang bertanya, mengapa murid-murid-Mu tidak berpuasa dan berpantang, Ia pun menjawab mereka; Masakan Aku di sini, bersama dengan mereka, dan mereka harus bermuram muka seperti mereka yang tidak berpengharapan? Tidak! Mereka tidak harus bersedih. Sebaliknya, mereka harus bersuka cita karena dan bersama-Ku.

Oleh karena itu, ketika kita memiliki Yesus di dalam hati kita, maka hendaknya kehadiran-Nya memaknai tindakan puasa dan pantang kita di masa ini. Puasa dan pantang bukan sekedar karena ingin memenuhi aturan hukum, melainkan lebih dari itu, Yesus yang ada di dalam hati dan jiwamu menjadi alasan untuk membuatmu lebih baik, membuatmu lebih bermurah hati, dan akhirnya membuatmu lebih mencintai di masa yang penuh rahmat ini. Memiliki Yesus di dalam hatimu, hendaknya membuat puasa dan pantangmu di masa ini menjadi kesempatan untuk berbagi dengan yang miskin dan papa, berbelas kasih kepada yang menderita, dan akhirnya membuat jiwamu tetap bercahaya di zaman yang semakin menantang imanmu kepada-Nya.

Semoga saja di masa puasa dan pantang ini, yang lain kita kurangi bahkan lepaskan dari pikiran, hati dan jiwa kita, agar Yesus mempunyai tempat di sana. Biarlah yang lain keluar dari dalam jiwa agar Ia sendiri datang, tinggal dan merajainya.

No comments:

Post a Comment