Wednesday, May 16, 2012

ALLAH NAIK DIIRINGI SORAK-SORAI, IA MENGANGKASA DIIRINGI BUNYI SANGKAKALA

Renungan hari Kamis, HARI RAYA KENAIKAN TUHAN, 17 Mei 2012

Baru-baru ini negara komunis Korea Utara melakukan ujicoba peluncuran roket yang menuai banyak kecaman dari pelbagai negara. Kekuatiran paling besar muncul dari negara tetangga mereka Korea Selatan yang merupakan seteru mereka sendiri. Banyak mata tertuju ke Korea Utara dan hampir semua negara memberitakan peristiwa itu di berbagai media baik tulis maupun elektronik. Walaupun peluncuran roket tersebut gagal karena meledak, namun itu telah menarik perhatian banyak orang. Di pihak Korea Utara ada rasa bangga seebagai bangs (patriotisme), tetapi di pihak negara lain ada rasa was-was akan kekuatan baru yang menjadi ancaman di kemudian hari. Demikianlah hal itu menjadi berita hangat di dunia sehingga hampir semua orang bisa mengetahuinya.

Jika sebuah roket yang potensial memicu petikaian bisa menjadi berita hangat di dunia, bukankah berita naiknya Yesus ke surga akan lebih hangat dari itu? Ini bukan dongeng! Ini peristiwa nyata. Bukan pula peristiwa tiba-tiba, karena jauh sebelumnya Yesus telah memberitahukan bahwa Ia akan pergi dari tengah mereka. Namun para murid sendiri tidak mengerti maksud dari perkataan Yesus. Dan sekarang hal itu benar-benar terjadi disaksikan mata mereka sendiri. Awan-gemawan menyambut-Nya, dan mulut para murid pun ternganga kagum memandang-Nya. Peristiwa kenaikan Yesus ke surga merupakan cara Kitab Suci melukiskan bahwa Yesus dimuliakan dan memegang kuasa yang hanya dimiliki oleh Allah. Dengan kata lain disebut: “Ia duduk di sebelah kanan Allah dalam surga” (Ef 1:17-23 dan Yoh 16:15-20). Para murid kagum dan takjub. Ketakjuban merupakan buah pengalaman rohani yang sering membuat seseorang merasakan keintiman dengan Allah. Para murid itu terpana takjub tidak mampu berkata-kata oleh karena kepenuhan sukacita yang tak sanggup diungkapkan.

Takjub dan terpana sudah sering kita alami dalam hidup kita. Dalam perayaan ekaristi, dalam devosi-devosi kita selalu mengalami ketakjuban hingga membuat hati kita berdebar akan kedahsyatan kuasa Tuhan. Namun apakah kita sudah puas hanya dengan takjub saja? Lebih dari rasa takjub itu diperintahkan Yesus bagi kita, sebagaimana Ia memerintah para murid: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”. Kita tidak cukup takjub saja. Kita harus berani keluar dari rasa kagum dan takjub untuk pergi memberitakan apa yang telah kita alami. Dengan demikian semakin banyak orang percaya pada Yesus. Jika kita hanya mencari nikmat dan senang untuk diri sendiri, berarti masih orang beriman egois. Kini kita telah menyaksikan Ia naik ke surga diiringi sorak-sorai dan Ia mengangkasa diiringi bunyi sangkakala, marilah kita bersama-sama bergerak maju mewartakan-Nya ke seluruh dunia. Selamat hari raya kenaikan Tuhan.

No comments:

Post a Comment